Probolinggo — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo sejak Sabtu malam menyebabkan banjir di tujuh kecamatan, merendam permukiman warga, fasilitas umum, hingga lembaga pendidikan keagamaan.
Kecamatan yang terdampak meliputi Krejengan, Tongas, Sumberasih, Maron, Gading, Besuk, dan Kraksaan. Genangan air di sejumlah titik dilaporkan mencapai ketinggian sekitar satu meter, sehingga mengganggu aktivitas warga dan akses transportasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama. Kondisi diperparah dengan jebolnya tanggul Sungai Rondoningo di Kecamatan Krejengan yang tidak mampu menahan debit air.
“Air meluap dengan cepat ke permukiman warga setelah tanggul sungai jebol. Saat ini kami fokus pada penanganan darurat dan pendataan dampak,” ujarnya.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Salah satunya adalah jembatan penghubung antar dusun di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa tanggul sungai di wilayah lain juga dilaporkan rusak.
BPBD bersama TNI, Polri, serta relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan memastikan keselamatan warga. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Warga yang berada di daerah rawan telah diarahkan ke tempat yang lebih aman.
BPBD Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi peningkatan debit air sungai atau tanda-tanda banjir susulan.
Sementara itu, Bupati Probolinggo Muhammad Haris bersama Wakil Bupati Fahmi AHZ turut memantau langsung kondisi di sejumlah wilayah terdampak dan meminta seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.