Feature

Bawang Merah Probolinggo Semakin Diburu, Petani Akui Mutunya Stabil dan Tahan Lama

Probolinggo, Jawa Timur — Komoditas bawang merah dari Kabupaten Probolinggo semakin banyak dipilih oleh konsumen, pedagang, hingga pelaku usaha kuliner. Dalam beberapa tahun terakhir, bawang merah asal daerah ini dikenal memiliki mutu yang konsisten serta daya simpan yang lebih baik dibandingkan dengan produk dari wilayah lain. Cita rasa yang kuat dan aromanya yang khas juga membuatnya menjadi favorit banyak kalangan.

Keunggulan bawang merah Probolinggo berkaitan erat dengan kondisi alam daerah tersebut. Tanah vulkanik yang subur, suhu yang cenderung panas dan kering, serta teknik budidaya tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi turut membentuk kualitas bawang yang kini menjadi ciri khas daerah. Banyak pihak menilai bahwa bawang merah Probolinggo memberikan sensasi rasa yang lebih tajam dan meningkatkan kenikmatan masakan baik rumahan maupun industri.

Salah satu petani bawang merah dari Desa Tegal Mojo, Kecamatan Tegal Siwalan, yaitu Bapak Su’udi, menuturkan bahwa kestabilan mutu bawang Probolinggo sudah dirasakan petani sejak lama. Ia menjelaskan bahwa bawang dari wilayahnya memiliki kulit luar yang cukup tebal dan kering, sehingga tidak cepat membusuk. “Kalau kualitas panennya bagus, bawangnya bisa bertahan lama. Disimpan berbulan-bulan pun masih aman dan tidak banyak yang rusak,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (26/11). Kemampuan untuk bertahan lama ini sangat menguntungkan petani karena mereka bisa menunda penjualan hingga harga berada pada titik terbaik.

Selain itu, bawang merah Probolinggo dikenal lebih kuat menghadapi hama dan penyakit tanaman. Ketahanan ini tentu sangat membantu para petani, terutama saat cuaca tidak stabil dan risiko kegagalan panen meningkat. Tak heran jika para pedagang besar banyak yang memprioritaskan bawang dari Probolinggo karena tingkat penyusutan selama pengiriman relatif rendah.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo, produksi bawang merah di daerah tersebut terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2023, luas panen tercatat melebihi 4.000 hektare—angka yang menggambarkan tingginya kebutuhan pasar terhadap komoditas ini, baik di Jawa Timur maupun di provinsi lain.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Probolinggo, R. Indrawan, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memberikan dukungan agar produktivitas bawang merah tetap meningkat. Pelatihan teknik tanam, penyediaan benih unggulan, serta pendampingan dalam aspek pemasaran merupakan bagian dari upaya tersebut. “Bawang merah Probolinggo sudah memiliki nama. Kami ingin kualitasnya tetap terjaga dan semakin mendukung perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Peluang usaha bawang merah dari Probolinggo dipandang semakin menjanjikan. Tingginya konsumsi bawang merah nasional untuk kebutuhan rumah tangga hingga industri makanan memberi ruang bagi petani untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar. Dengan kualitas yang bersaing, produk bawang dari Probolinggo sering menjadi pilihan utama di berbagai pasar regional.

Meskipun demikian, keberhasilan usaha bawang merah tetap memerlukan perhatian pada berbagai aspek. Pemilihan bibit yang berkualitas, teknik budidaya modern, serta strategi pemasaran yang tepat menjadi faktor penting agar komoditas ini tetap unggul. Petani juga diharapkan terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan agar hasil panen selalu berada pada standar terbaik.

Dengan cita rasa khas, aroma kuat, daya tahan yang baik, serta reputasi yang telah terbangun selama puluhan tahun, bawang merah Probolinggo diprediksi tetap menjadi komoditas andalan di Jawa Timur. Melalui inovasi para petani seperti Bapak Su’udi dan dukungan pemerintah, bawang merah ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Related posts

Sampah yang Berubah Jadi Harapan

Safiroh Putri

Mengejar Mentari di Lautan Pasir: Perjalanan Lanjutan ke Gunung Bromo

Jamilatuz Zahro

Langkah Panjang Menuju Sekolah

Na ifa

Leave a Comment