Berita

Meneladani Keteladanan Habib Muhammad bin Ali Al-Habsyi

Habib Muhammad bin Ali Al-Habsyi adalah sosok yang selalu menjadi motivasi terbesar dalam perjalanan hidup dan spiritual saya. Beliau memberi inspirasi bukan karena ketenaran atau kedudukan, tetapi karena keteladanan yang nyata dalam seluruh aspek kehidupannya. Setiap cerita tentang beliau membuat saya merasa seolah sedang diajak untuk bercermin, menilai diri, dan memperbaiki kekurangan tanpa merasa dihakimi dan tanpa tekanan apa pun. Itulah yang membuat pengaruh beliau begitu dalam pada diri saya.
Saya belajar bahwa kelembutan dapat berjalan berdampingan dengan ketegasan. Habib Muhammad dikenal sebagai pribadi yang halus tutur katanya dan sederhana dalam kesehariannya, namun sangat teguh dalam prinsip dakwah dan kebenaran. Dari beliau saya memahami bahwa seseorang tetap bisa bersikap tegas tanpa menyakiti, bisa berprinsip tanpa merendahkan, bisa berdakwah tanpa memaksa. Keteladanannya mengajarkan bahwa cinta dan akhlak adalah pondasi terkuat untuk menyampaikan kebenaran.
Dakwah beliau bukan hanya terlihat di mimbar, tetapi dalam cara beliau bersikap terhadap siapa pun. Beliau menghargai tamu tanpa memandang statusnya, menyayangi anak yatim, peka terhadap kesulitan orang miskin, dan selalu mengajarkan kesabaran bahkan dalam keadaan paling sulit. Sikap itu memotivasi saya untuk menyadari bahwa ilmu agama tidak cukup hanya dipahami dan dihafal; ia harus diwujudkan dalam perlakuan kepada sesama.
Lebih dari itu, perjuangan beliau dalam mendirikan Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin memberi saya motivasi untuk tidak menyerah pada keterbatasan. Dengan segala tantangan, beliau membangun lembaga pendidikan yang bukan hanya mencetak santri berilmu, tetapi juga membentuk karakter yang berakhlak mulia. Beliau mengajarkan bahwa membangun generasi bukan perkara satu dua tahun, melainkan perjalanan panjang penuh doa, kesabaran, dan pengorbanan. Semangat itu menanamkan keyakinan dalam diri saya bahwa setiap usaha yang dibangun atas dasar keikhlasan akan berbuah baik pada waktunya.
Yang paling memotivasi saya adalah keteladanan beliau dalam menjalani hidup sebagai amanah. Habib Muhammad menampilkan bahwa menjadi orang baik bukan berarti hidup tanpa ujian, tetapi berarti tetap istiqamah meskipun berat. Beliau menunjukkan bahwa kemuliaan bukan terletak pada apa yang kita miliki, tetapi pada seberapa besar kita memberi manfaat bagi orang lain. Nilai ini mendorong saya untuk terus berusaha menjadi pribadi yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga berguna untuk keluarga, masyarakat, dan agama.
Ketika saya merasa lelah, saya teringat kesabaran beliau. Ketika saya goyah, saya teringat keteguhan beliau. Ketika saya ingin menyerah, saya teringat perjuangan panjang beliau mendidik umat tanpa lelah. Di situlah motivasi sejati muncul bukan dari kata-kata penyemangat, tetapi dari keteladanan hidup yang nyata.
Bagi saya, Habib Muhammad bin Ali Al-Habsyi adalah bukti bahwa seseorang dapat menjadi motivator tanpa harus mengaku sebagai motivator. Beliau menjadi inspirasi karena akhlaknya, bukan karena pencitraannya. Dan itulah alasan mengapa pengaruh beliau terus hidup dalam hati saya, bahkan meski jarak dan waktu telah berubah. Sikap beliau selalu mengingatkan saya untuk menjadi lebih baik hari ini daripada kemarin dan menjadi lebih bermanfaat bagi sesama, sekecil apa pun bentuknya.

Related posts

Pasar Tradisional Kian Sepi, Pembeli Beralih ke Online Shop

Gilda Balgis Syafira

Longsor Tutup Total Jalur Pacet–Cangar Mojokerto

Na ifa

DARI TIKTOK KE RUANG KELAS: PEMADAM JADI ANCAMAN

Vellya Rahma

Leave a Comment