Opini

Cahaya Lembut yang Menuntun Jiwa

Ada manusia yang tidak hadir untuk dikenang namanya,tetapi untuk menenangkan hati yang resah.Ada sosok yang tidak datang untuk meninggi,tetapi untuk mengajarkan kita cara menunduk dengan anggun.Habib Husein bin Hadi Al-Hamid adalah salah satu dari sedikit hamba Allahyang membawa keteduhan kemanapun ia melangkah.

Beliau berjalan dengan sikap yang tidak mencolok,namun setiap langkahnya seperti meninggalkan jejak kebaikan.Beliau berbicara dengan suara yang lembut,namun setiap kalimatnya mampu meresap dalam,menghidupkan hati yang mulai lelahdan menenangkan jiwa yang hampir menyerah.Dari wajahnya terpancar ketenangan yang sulit dijelaskan,seperti cahaya pagi yang datang perlahan namun pasti,membuka langit, mengusir gelap, tanpa perlu berteriak.Kita melihat beliau, dan seketika tahubahwa kelembutan bukan kelemahan,melainkan kekuatan yang paling halus dan paling mulia.

Ilmu yang beliau bawa tidak membuatnya merasa di atas,melainkan membuatnya semakin merendah.Beliau mengajarkan kita bahwa ilmu sejati adalah ilmu yang melembutkan,bukan yang meninggikan ego.Ilmu yang merangkul, bukan menghakimi.Ilmu yang mengajak pulang, bukan membuat menjauh.

Ketawaduannya bukan sekadar sifat,tetapi napas yang menghidupkan seluruh perilakunya.Di tengah penghormatan banyak orang,beliau tetap menunduk, tetap memuji gurunya,tetap menganggap dirinya sebagai murid yang tidak berhenti belajar. Dan sikap seperti inilah yang membuat hati manusia secara alami terpikat dan penuh hormat kepadanya.

Siapa pun yang pernah duduk di hadapannya akan merasakan sesuatu yang berbeda:kita tidak merasa di nasihati,tetapi dipeluk dengan kasih sayang.Kita tidak merasa diajar,tetapi diarahkan dengan lembut.Kita tidak merasa digurui,tetapi disadarkan bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan kekerasan hati.

Dan inilah keistimewaan beliau yang paling menggetarkan:habib Husein tidak pernah meminta untuk dihormati,namun Allah sendiri menanamkan hormat di hati siapa pun yang mengenalnya.Beliau tidak pernah mengharap dipuji,namun orang-orang justru memuji akhlaknya tanpa diminta.

Habib Husein bin Hadi Al-Hamid adalah teladan yang membuat kita ingin memperbaiki diri tanpa merasa dipaksa.Sosok yang menguatkan dengan kelembutan.Sosok yang membuat kita memahami bahwa jalan menuju Allah selalu dimulai dari hati yang jernih,ucapan yang lembut,dan sikap yang penuh kasih.

Related posts

Malam yang Sunyi di Balik Menara Sinyal

Siti Masruroh

Dakwah Melalui Game Roblox: inovasi Husein Basyaiban di Era Digital

Zida Sabrina

Ketika Hidup Tak Sesuai Rencana, Apa yang Kita Pelajari?

Ananda Novalia Putri

Leave a Comment