Opini

Revitalisasi Jalan Cokro Probolinggo ala Malioboro Dipangkas Rp 3 M Jadi Rp 5,5 M di 2026, Dilanjut 2027

Revitalisasi Jalan Cokro Ala Malioboro Dipangkas Jadi Rp 5,5 M, Mulai Digarap 2026 dan Dilanjutkan 2027 PROBOLINGGO – Rencana Pemerintah Kota Probolinggo untuk merevitalisasi Jalan HOS Cokroaminoto (Jalan Cokro) dengan konsep ala Malioboro Yogyakarta dipastikan tidak bisa langsung terealisasi penuh pada tahun 2026. Proyek ini mengukur anggaran cukup besar serta tahap pengerjaan hingga tahun 2027. Semula, Pemkot mengajukan anggaran Rp 8,5 miliar untuk memulai revitalisasi kawasan sepanjang 1,1 kilometer tersebut. Namun saat pembahasan RAPBD 2026 bersama DPRD Kota Probolinggo, anggaran itu dipangkas Rp 3 miliar sehingga tersisa Rp 5,5 miliar. Pemangkasan dilakukan karena dokumen perencanaan teknis (DED) proyek tersebut belum rampung. Akibatnya, sebagian besar kegiatan pada tahun 2026 hanya akan fokus pada penyusunan DED dan proses lelang, bukan pengerjaan fisik. Menurut keterangan legislatif, waktu 2026 dinilai tidak cukup untuk memulai pembangunan secara penuh. Setelah DED selesai dan pemenang lelang ditetapkan, pembangunan fisik baru akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2027. Konsep Revitalisasi trotoar dan saluran Baru Ala Malioboro .

https://radarbromo.jawapos.com/probolinggo/1006902587/revitalisasi-jalan-cokro-probolinggo-ala-malioboro-dipangkas-rp-3-m-jadi-rp-55-m-di-2026-dilanjut-2027

Revitalisasi Jalan Cokro digagas untuk menata kawasan perdagangan sekaligus meningkatkan kenyamanan pejalan kaki. Rencananya, pemerintah akan membangun saluran air dengan sistem box culvert secara berkala di sisi barat dan timur jalan. Di atasnya kemudian dibangun trotoar lebar dengan konsep visual menyerupai Malioboro. Selain mengubah kawasan wajah, perbaikan dilakukan untuk mengatasi masalah drainase dan akumulasi udara yang sering terjadi di sepanjang jalan tersebut. DPRD Menyoroti kesiapan dan dampak sosial meski pesantren “Malioboro Probolinggo” mendapat sambutan positif, DPRD menilai persiapan proyek ini belum matang. Sebab, di lapangan terdapat bangunan semi permanen milik warga yang berdiri di atas trotoar atau saluran. Revitalisasi berpotensi pembongkaran, penataan ulang, serta kemungkinan relokasi. Legislatif meminta pemerintah melakukan sosialisasi dan kajian sosial secara menyeluruh agar pengaturan tidak menimbulkan masalah baru bagi warga dan pelaku usaha di kawasan tersebut. Tahapan Pekerjaan 2026 Penyusunan DED lelang proyek anggaran Rp 5,5 miliar2027 pengerjaan fisik saluran dan tambahan anggaran lanjutan akan mencakup sesuai kebutuhan dengan skema ini, wajah baru Jalan Cokro benar-benar terlihat baru mulai tahun 2027.

Related posts

Banjir Bandang di Aceh Tamiang: Puluhan Warga Tewas dan Ribuan Rumah Hancur

Dini Dwi Safitri

Dialog Hangat di Candi Jabung, Bupati Gus dr. Haris, Mahasiswa, dan Warga Sepakat Jaga Kedamaian Probolinggo.

Rafli Rhomadhoni

Cinta yang terlambat

Novia Putri

Leave a Comment