
Dalam perjalanan hidup, sering kali teladan terbesar justru lahir dari sosok-sosok yang menjalani hari dengan kesederhanaan. Bagi saya, Bapak dan Ibu adalah dua manusia yang tidak memiliki banyak kata, tetapi penuh keteguhan dalam tindakan. Pendidikan mereka memang tidak tinggi—Bapak hanya lulusan SMA, sementara Ibu hanya lulusan SD. Meski penghasilan Bapak pas-pasan, mereka tetap berjuang membesarkan tiga anak perempuan dengan segala keterbatasan.
Kini, perjuangan itu mulai terlihat hasilnya. Anak pertama telah menjadi guru, mengabdikan ilmu yang dulu diperjuangkan Bapak dan Ibu. Anak kedua sedang menempuh kuliah, melangkah maju mengejar cita-cita. Sementara anak bungsu masih duduk di bangku SMP, menyimpan harapan baru yang terus menguatkan mereka dari hari ke hari.
Disaat saya bertanya bagaimana mereka itu bisa bertahan menghadapi beratnya hidup, jawaban mereka hanya satu kalimat tetapi membuat saya tergerak “selama kita melangkah dengan yang baik, pasti ada jalan yang terbuka” kalimat yang sangat sederhana tetapi cukup kuat untuk melangkah lebih maju. Dari dua manusia sederhana ini, saya belajar bahwa sebuah keberhasilan itu tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh ketulusan niat dan keberanian untuk terus berusaha. Bapak, Ibu, keteguhan kalian adalah alasan kami bertiga bisa berdiri sejauh ini. Semoga suatu hari nanti kami dapat menghadirkan kebahagiaan yang sepadan dengan semua perjuangan perjuangan yang telah kalian lakukan dalam diam.