Berita

HMPS TBID Raih Kesuksesan Penjualan Piscok di Divisi Kewirausahaan

Kraksaan, 22 November 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (HMPS TBID) berhasil mencatatkan prestasi gemilang melalui divisi kewirausahaannya. Pada hari Sabtu ini, tim yang dipimpin oleh koordinator Ghinan Nafsi mampu menjual sebanyak 80 pcs piscok per hari, menunjukkan potensi besar dalam pengembangan produk lokal. Piscok, yang merupakan inovasi makanan ringan berbasis pisang dengan lapisan coklat, menjadi primadona di kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus, membuktikan bahwa kewirausahaan mahasiswa dapat berkontribusi signifikan terhadap ekonomi kreatif. Penjualan piscok ini tidak datang begitu saja; tim divisi kewirausahaan HMPS TBID telah merancang strategi pemasaran yang efektif, termasuk promosi melalui media sosial dan lokasi strategis di area kampus. Koordinator Ghinan Nafsi menjelaskan bahwa fokus pada kualitas bahan baku segar dan harga terjangkau menjadi kunci utama. “Kami mulai dari nol, dengan produksi harian yang ditingkatkan secara bertahap, dan hari ini kami mencapai target 80 pcs berkat dukungan dari anggota HMPS dan respons positif konsumen,” ujarnya. Inovasi ini juga melibatkan kolaborasi dengan mahasiswa jurusan terkait untuk memastikan keamanan dan kehalalan produk.

Penjualan piscok ini tidak datang begitu saja; tim divisi kewirausahaan HMPS TBID telah merancang strategi pemasaran yang efektif, termasuk promosi melalui media sosial dan lokasi strategis di area kampus. Koordinator Ghinan Nafsi menjelaskan bahwa fokus pada kualitas bahan baku segar dan harga terjangkau menjadi kunci utama. “Kami mulai dari nol, dengan produksi harian yang ditingkatkan secara bertahap, dan hari ini kami mencapai target 80 pcs berkat dukungan dari anggota HMPS dan respons positif konsumen,” ujarnya. Inovasi ini juga melibatkan kolaborasi dengan mahasiswa jurusan terkait untuk memastikan keamanan dan kehalalan produk.

Kesuksesan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan divisi kewirausahaan HMPS TBID, tetapi juga menginspirasi mahasiswa lain untuk terjun ke dunia bisnis. Pendapatan dari penjualan piscok akan dialokasikan untuk kegiatan sosial dan pengembangan program studi. Ghinan Nafsi berencana untuk memperluas jangkauan penjualan ke luar kampus, dengan target produksi yang lebih tinggi di masa mendatang. “Ini adalah langkah awal menuju kemandirian ekonomi mahasiswa,” pungkasnya, menandai era baru bagi HMPS TBID dalam bidang kewirausahaan.

Related posts

UNZAH Genggong Perkuat Pascasarjana di Dies Natalis ke-58

hip nara

Fakta vs Hoaks: dr. Sita Laksmi Jelaskan Mitos Perokok Pasif dalam Podcast Ferry Irwandi

Moh Juaeni Hisbullah

Semangat Belajar Santri Kian Merosot, Media Sosial Jadi Tantangan di Pesantren Pedesaan

Sonia Febrila

Leave a Comment