Sosok yang sangat menginspirasi saya adalah Kiai Haji Mashudi, pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Tanjungsari, Krejengan, Probolinggo. Beliau adalah sosok yang gigih, sabar, dan memiliki semangat juang yang luar biasa dalam membangun pondok pesantren dari awal.
Ketika pertama kali mendirikan pondok, tempat yang beliau tempati hanyalah rerimbunan bambu yang gelap dan tampak tidak layak untuk dihuni. Dari situlah, dengan tekad kuat dan keyakinan kepada Allah, Kiai Mashudi mulai membabat bambu-bambu itu. Langkah beliau bukan tanpa arah semuanya berawal dari risalah dan bimbingan guru beliau, Kiai Haji Muhammad Hasan Saiful Rizal dari Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.
Perjuangan beliau semaksimal mungkin. Saat membangun sebuah angkringan bambu sebagai awal pondok, beliau harus menghadapi banyak gangguan, bahkan ular-ular yang sering muncul karena tempat itu dulunya merupakan bekas sumur tak terpakai. Selain itu, dukungan dari masyarakat sekitar pun hampir tidak ada. Banyak tetangga yang menentang, bahkan menuduh bahwa pondok yang sedang beliau dirikan adalah tempat untuk hal-hal buruk. Namun, semua tudingan itu tidak memuaskan semangatnya sedikit pun.
Dengan kesabaran dan keikhlasan, Kiai Mashudi terus melangkah hingga akhirnya Pondok Pesantren Daarut Tauhid berdiri kokoh seperti sekarang. Pondok itu kini menjadi tempat yang menuntun banyak santri menuju jalan ilmu dan kebaikan. Dari tempat sederhana yang dulu penuh bambu dan kegelapan, kini berdiri lembaga yang menjadi sumber cahaya dan arah bagi para pencari ilmu.