Insight

Dr. Abd. Aziz Wahab: Meneguhkan Jalan Ilmu di Tengah Nilai Pesantren

Di tengah gemuruh perubahan dunia pendidikan tinggi, nama Dr. Abd. Aziz Wahab berdiri sebagai sosok yang memadukan dua kekuatan besar: akademik modern dan tradisi pesantren. Sebagai Rektor Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong, Probolinggo, beliau dikenal luas sebagai figur pendidik yang visioner, disiplin, dan berakar kuat pada nilai-nilai pesantren yang melahirkan beliau.

Akar Kehidupan dan Pendidikan

Perjalanan pengabdian Dr. Abd. Aziz Wahab bermula dari lingkungan Pesantren Zainul Hasan Genggong, tempat ia tumbuh dan mengabdi sejak tahun 1987. Pendidikan tinggi ia tempuh hingga meraih gelar Doktor (Dr.) dalam bidang pendidikan Islam, setelah sebelumnya menyelesaikan Magister Agama (M.Ag). Dari sinilah lahir pandangan khasnya: pendidikan tidak semata-mata mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk kepribadian dan karakter santri yang berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri keislaman.

Dari Santri ke Rektor

Sebelum dipercaya menjadi Rektor UNZAH Genggong, Dr. Aziz Wahab menapaki berbagai posisi penting di lingkungan pesantren, mulai dari pengajar, kepala biro pendidikan, hingga pimpinan lembaga pendidikan tinggi Islam di bawah naungan pesantren. Ketika kampus Zainul Hasan bertransformasi dari institut menjadi universitas, nama Dr. Aziz muncul sebagai pilihan alami untuk memimpin, berkat integritas dan visi akademiknya yang jelas.

Sebagai rektor, ia memandang universitas bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga pusat pembentukan peradaban. Dalam berbagai kesempatan, beliau sering menegaskan bahwa “pendidikan pesantren harus melahirkan khairu ummah — manusia terbaik yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat.”

Visi: Menguatkan Akar, Menjulang ke Langit

Kepemimpinan Dr. Aziz Wahab dikenal karena kemampuannya menyinergikan nilai-nilai keislaman dengan manajemen modern. Ia mendorong pengelolaan perguruan tinggi yang profesional, transparan, dan berbasis sistem. Namun di balik profesionalisme itu, beliau selalu menjaga agar ruh pesantren tetap menjadi napas utama UNZAH — mulai dari budaya santun, tradisi kajian kitab, hingga etos keikhlasan dalam bekerja.

Visi pendidikannya sederhana namun kuat: pendidikan yang berakar pada nilai, tetapi terbuka pada dunia.

Capaian dan Prestasi

Di bawah kepemimpinannya, UNZAH Genggong mengalami lompatan besar, baik dari segi kualitas akademik maupun reputasi kelembagaan.
Beberapa capaian penting antara lain:

  • UNZAH meraih penghargaan dari Kementerian Agama RI dalam ajang ADIKTIS sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dengan mahasiswa berprestasi internasional.
  • Kampus ini juga menerima Radar Bromo Award 2022 sebagai Kampus Berprestasi Juara Internasional.
  • Pada tahun 2025, UNZAH menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet empat penghargaan di Kopertais Wilayah IV Award, meliputi bidang audit mutu internal, inovasi kampus, dan prestasi mahasiswa.
  • UNZAH aktif menjalin sinergi kelembagaan dengan pesantren-pesantren binaan, sekolah unggulan Hafshawaty, serta lembaga pendidikan lain di dalam dan luar negeri.
  • Di sisi akademik, Dr. Aziz Wahab juga produktif menulis. Ia telah melahirkan lima buku tentang pendidikan pesantren, manajemen, dan nilai-nilai Islam yang menggambarkan kedalaman pemikirannya sebagai akademisi sekaligus praktisi pendidikan.

Figur Akademisi dan Teladan Santri

Bagi civitas akademika UNZAH, Dr. Aziz Wahab bukan hanya seorang rektor, tetapi juga guru ruhani. Cara beliau berbicara lembut namun tegas, setiap arahannya mengandung hikmah, dan setiap kebijakannya selalu berlandaskan pada maslahat bersama.
Beliau sering menekankan pentingnya “akademik yang bersanad”, yaitu ilmu yang tidak hanya tersertifikasi, tetapi juga tersucikan oleh nilai moral dan spiritual.

Warisan Kepemimpinan

Kepemimpinan Dr. Abd. Aziz Wahab membawa UNZAH menuju era baru: kampus pesantren yang mampu bersaing secara nasional dan internasional, namun tetap berpijak kokoh pada nilai-nilai ke-NU-an dan ke-pesantren-an.
Di bawah bimbingannya, generasi muda UNZAH tumbuh sebagai santri intelektual — mereka yang tak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memahami makna pengabdian.

Penutup

Dr. Abd. Aziz Wahab adalah potret pemimpin pendidikan Islam yang mengakar dan mencerdaskan. Ia menunjukkan bahwa kemajuan akademik tak harus meninggalkan nilai tradisi, dan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk melahirkan peradaban ilmu yang berdaya saing global.
Dengan ketenangan dan keteguhan hatinya, beliau terus menulis jejak sejarah pendidikan di Genggong — tempat di mana ilmu dan akhlak berjalan beriringan.

Related posts

Ferry Irwandi: Sosok Inspiratif dalam Dunia Pendidikan dan Kepemimpinan

Florent Dwi Hendriansyah

BIOGRAFI DAN KEPRIBADIAN KIAI.HAJI MASYKUR

Muhammad Mauluddin

Ibu, Antara Tiga Anak dan Puluhan Hati Kecil

Dewi afifah Zahro

Leave a Comment