Akhir-akhir ini, cuaca terasa tidak menentu. Pagi hari sering kali cerah dan panas, namun menjelang sore langit berubah mendung bahkan turun hujan deras. Kadang siang terasa terik, tapi malamnya hujan lebat disertai angin. Kondisi ini membuat banyak orang merasa khawatir, terutama para petani tembakau dan keluarga yang sedang mempersiapkan acara pernikahan.
Petani tembakau menjadi pihak yang paling cemas menghadapi cuaca seperti ini. Tembakau adalah tanaman yang sangat bergantung pada kondisi panas dan kering untuk menghasilkan daun berkualitas baik. Sementara itu, warga yang sedang menyiapkan acara pernikahan pun turut resah karena hujan tiba-tiba bisa mengganggu jalannya acara, terutama jika dilaksanakan di luar ruangan.
Cuaca tidak menentu ini sudah berlangsung sejak beberapa minggu terakhir pada bulan Oktober 2025. Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan menyebabkan perubahan suhu dan intensitas hujan yang sulit diprediksi.
Fenomena ini terjadi di berbagai wilayah pedesaan penghasil tembakau seperti di sekitar Kecamatan Semampir dan daerah sekitarnya, serta dirasakan juga oleh masyarakat di kota-kota kecil yang sedang memasuki musim pernikahan.
Perubahan cuaca yang tidak menentu disebabkan oleh peralihan musim serta perubahan iklim global. Suhu bumi yang meningkat membuat pola cuaca menjadi tidak stabil, sehingga hujan bisa turun meski seharusnya masih musim kemarau. Fenomena ini bukan hanya memengaruhi kegiatan pertanian, tetapi juga aktivitas sosial masyarakat.
Para petani kini harus lebih berhati-hati dalam menjemur dan menyimpan daun tembakaunya agar tidak basah oleh hujan. Beberapa di antaranya bahkan membuat tempat penjemuran darurat yang beratap plastik agar tembakau tetap kering. Sementara itu, keluarga yang akan mengadakan pernikahan mulai mempertimbangkan untuk menyewa tenda tertutup atau memindahkan acara ke dalam gedung agar tidak terganggu hujan mendadak.
Sebagian masyarakat berharap pemerintah dan BMKG dapat memberikan informasi cuaca dengan lebih akurat agar mereka dapat bersiap lebih baik.
Opini Penulis:
Menurut saya, kondisi cuaca yang tidak menentu ini harus menjadi perhatian semua pihak. Petani perlu mendapat bimbingan tentang cara menghadapi perubahan iklim agar hasil panen tidak merugi, sementara masyarakat lain juga harus belajar beradaptasi dengan perubahan ini. Selain itu, kesadaran untuk menjaga lingkungan harus ditingkatkan karena kerusakan alam turut memperparah ketidakstabilan cuaca yang kita alami saat ini.