Opini

Pajarakan, Antara Pertumbuhan Pesat dan Tantangan Pemerataan.

Opini – Rafli Rhomadhoni

Kecamatan Pajarakan di Kabupaten Probolinggo sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Letaknya yang strategis, berada di jalur utama pantura dan dekat dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pendidikan seperti Pesantren Zainul Hasan Genggong, menjadikan Pajarakan semakin diperhitungkan.

Namun, di balik geliat pembangunan yang mulai tampak, terselip berbagai tantangan klasik yang belum terselesaikan: pemerataan pembangunan, infrastruktur dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Dari sisi pendidikan, keberadaan pesantren besar seperti Genggong membawa dampak positif. Ribuan santri dari berbagai penjuru nusantara datang ke Pajarakan, menggerakkan sektor ekonomi lokal: kos-kosan, warung makan, percetakan kitab, hingga transportasi. Namun sayangnya, potensi ini belum sepenuhnya dikelola oleh warga lokal, sehingga manfaat ekonominya belum merata.

Dari sisi infrastruktur, masih banyak desa di Pajarakan yang kesulitan akses jalan yang layak, terutama saat musim hujan. Proyek perbaikan jalan kerap kali bersifat tambal sulam, bukan solusi jangka panjang. Padahal, infrastruktur yang baik sangat penting untuk menunjang kegiatan pertanian dan perdagangan lokal.

Kemudian, pasar Pajarakan sebagai pusat ekonomi rakyat juga masih belum tertata rapi. Kondisi kebersihan dan fasilitas pendukung masih minim, padahal pasar ini berpotensi menjadi pusat distribusi hasil pertanian dan produk UMKM dari desa-desa sekitar.

Yang tak kalah penting adalah peluang wisata lokal. Banyak yang belum tahu bahwa wilayah Pajarakan punya kekayaan tradisi dan sejarah, seperti situs-situs peninggalan Islam kuno di sekitar Genggong, tradisi keagamaan, dan potensi wisata edukasi berbasis pesantren. Tapi sayangnya, hal ini belum tergarap secara serius oleh pemerintah maupun masyarakat.

Pajarakan seharusnya bisa menjadi kawasan penyangga utama pembangunan Kabupaten Probolinggo bagian timur, bukan sekadar jalur lintasan. Tapi itu hanya bisa terjadi jika pembangunan tidak hanya terpusat di titik-titik tertentu, melainkan merata hingga ke desa-desa pinggiran.

Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat bersinergi membangun Pajarakan bukan hanya sebagai kawasan yang tumbuh, tetapi juga sebagai kawasan yang adil dan berdaya saing.

Related posts

Tumbuh dengan Orang Tua yang Keras: Antara Luka, Pelajaran, dan Rasa Sayang yang Tak Terucap

Jamilatuz Zahro

Setiap Orang Punya Waktunya Sendiri untuk Mekar

Muhammad Hanif Asyari

Banjir di Kota Probolinggo Rendam Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Santri Dievakuasi dan Jadwal Liburan Dimundurkan

Sonia Febrila

Leave a Comment