Feature

Aksi Penarikan Motor Secara Paksa Kembali Terjadi di Wilayah Kabupaten Probolinggo

Aksi penarikan motor secara paksa kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kali ini menimpa Adi Putra 20, warga Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, yang menjadi korban perampasan sepeda motor oleh orang tak dikenal yang mengaku sebagai petugas DC (debt collector) di kawasan Alun-alun, Kraksaan, Senin (7/10) sore sekitar pukul 17.00.

“Adi, yang diketahui bekerja di sebuah koperasi, masih tampak terguncang saat menceritakan kejadian yang menimpanya”. Motor kesayangannya, Honda CBR 150 warna merah, dibawa pelaku yang menodongnya dengan senjata tajam.

“Jadi gini, Mas, waktu itu saya mau ambil angsuran di alun-alun. Saya kerja di koperasi. Dari arah timur saya turun ke jalan depan alun-alun, terus dua orang menghadang saya,” ujar Adi dengan suara bergetar saat ditemui wartawan Radar Bromo, Rabu (8/10)Menurut Adi, dua pelaku datang mengendarai motor Vario warna hitam.

Salah satunya turun lebih dulu dan langsung menghadangnya. Pelaku yang membawa senjata tajam mengenakan jaket hitam. Pelaku lainnya mengenakan jaket jeans Levis, dan jaket parasit, keseluruhan ber helm. “Orangnya agak tinggi, Mas, banyak bekas jerawat di wajahnya. Dia langsung nanya, katanya motor saya mau dicek datanya. Saya kaget, saya disuruh ikut ke kantor katanya di kelurahan patokan, tapi saya gak mau Mas” Kemudian datang satu lagi temannya pakai Vario juga menghadang saya,” ujarnya.

Adi mengaku sempat menolak ajakan pelaku. Namun tiba-tiba, pria yang membawa senjata tajam mengancamnya.

“Saya dipaksa, Mas. Dia nunjukin pisau dari belakang. diacungkan ke punggung belakang saya. Saya takut, Mas, karena tidak pernah diancam seperti itu. Saya langsung mundur, kabur ke timur,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

Motor miliknya kemudian dibawa kabur oleh pelaku. Motor tersebut didorong dengan kaki oleh salah satu pelaku yang mengendarai motor di bantu temannya yang menyetir motor ,”Kontak motor saya diambil, Mas. Saya cuma bisa lihat dia dorong motor saya pergi. Saya langsung lari dan lapor ke teman, terus ke polisi,” ujarnya.

Adi menyebut pelaku berjumlah tiga orang, dan salah satunya diduga sering terlihat di kawasan Kraksaan dan sekitarnya. la berharap polisi segera menindak tegas para pelaku.

“Saya cuma minta polisi bisa menangkap pelaku ini, saya percaya polisi bisa. Sebab Ini kan sudah pembegalan, bukan urusan kredit lagi. Saya ditodong pisau, Mas. Saya masih shock sampai sekarang,” ucapnya lirih.

Related posts

Nikmah & ‘Peluk Kamu’: Ketika Teknologi Jadi Ruang Aman bagi Remaja Perempuan

Ayu Puji Cahyani

“Belajar dan Berkarier: Kisah Inspiratif Dew Jirawat yang Tak Lupa Pendidikan “

Jamilatuz Zahro

Mengejar Mentari di Lautan Pasir: Perjalanan Lanjutan ke Gunung Bromo

Jamilatuz Zahro

Leave a Comment