Sastra

KALA ITU

Puisi sederhana ini saya persembahkan kepada seorang pria yang saya temui pada tahun 2021 di depan gedung sekolah. Saat itu, kami belum saling mengenal. Kini, pada tahun 2025, kami berjalan berdampingan sebagai sepasang kekasih. Foto di atas adalah foto kami.

KALA ITU

Vellya Rahma Permadani

Kita bertemu dipersimpangan nasib yang rapuh

Mata bertaut, menyimpan rahasia tak terucap

Waktu berhenti sejenak, menyaksikan sebuah ikatan

Ikatan yang seolah sudah ditakdirkan

Di persinggungan nasib kala itu

Diteriknya matahari, ku temukan tambatan hati

Cahaya itu membakar, tapi jiwa ini tetap tenang

Disana tumbuh akar cinta, menembus akar kering

Mengubah luka lama menjadi bunga mekar

Related posts

Mengagumi di sepertiga malam

Niatur Rohmah

Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnyadr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ

hip nara

Cahaya di Panggung, Doa di Sunyi

Afifah Afifah

Leave a Comment