Sastra

Aku, yang Berakhir di Belakang Waktu

Aku yang Berakhir di Belakang Waktu

Menyadari bahwa dia akan menemui perempuan lain.
Mencintainya.
Bahwa perempuan itu akan mendapatkan versi dirinya
yang selama ini aku dambakan
.

Versi yang selalu kuinginkan hadir bersamaku—
berkencan dengannya,
bertemu keluarganya,
memegang erat tangannya.

Perempuan itu akan memeluknya, menggantikanku.
Dia akan merasakan kasih sayang darinya,
melihat senyum dan mata indah itu setiap hari.
Dia akan mendapatkan peran anak kecil olehnya,
sementara aku?
aku berakhir hanya sebagai masa lalu.

Dan aku pun diam.
Bukan lagi memohon,
bukan lagi menunggu,
bukan lagi menagih ruang di hatinya.

Aku belajar menjadi hening,
membiarkan waktu menutup luka dengan caranya sendiri.
Aku belajar berdiri di sisiku sendiri,
meski goyah, meski rapuh,
meski bayangannya masih menetap di ingatan.

Oleh: Lly_Senandika

Related posts

“Suara dari Balik Jendela”

Moh. Afdil Maulidin

Jomblo Happy: Menemukan Kebahagiaan dalam Kesendirian

Ghinan Nafsi

Masterpiece yang Retak

Intan Faiqotul laili

Leave a Comment