ChatGPT
Anda bilang:
Tolong buatkan saya feature yang mengandung pesan dan moral sesuai dengan kajian jurnalistik
ChatGPT bilang:
Baik, saya akan buatkan sebuah feature dengan gaya jurnalistik yang memuat pesan dan moral. Feature biasanya ditulis lebih naratif, humanis, dan menyentuh, namun tetap informatif. Berikut contohnya:
Feature: Lentera dari Pesisir
Di sebuah desa kecil di pesisir utara Jawa, setiap pagi buta, deru perahu nelayan berpacu dengan suara deburan ombak. Di antara mereka ada Pak Saman, seorang nelayan berusia 55 tahun, yang telah mengarungi lautan sejak remaja. Wajahnya penuh garis kehidupan, kulitnya legam terbakar matahari, tetapi semangatnya tak pernah redup.
“Laut adalah hidup saya. Di sinilah saya belajar arti syukur,” ujarnya sambil menambal jaring yang mulai usang.
Hidup sebagai nelayan bukanlah perkara mudah. Hasil tangkapan tidak menentu, cuaca sering tak bersahabat, dan harga ikan kadang jatuh di pasar. Namun, dari keterbatasan itu, Pak Saman mengajarkan anak-anaknya arti kerja keras. Ia ingin anaknya tidak sekadar mencari ikan di laut, tetapi juga menimba ilmu di bangku sekolah.
“Kalau saya bisa lelah demi mereka, maka mereka pun harus mau belajar demi masa depan,” katanya sambil tersenyum.
Di sela-sela kerasnya kehidupan, ada keteladanan yang lahir: kegigihan, kesederhanaan, dan keyakinan bahwa kerja keras selalu berbuah kebaikan. Kehidupan Pak Saman seolah menjadi lentera—bahwa keterbatasan tidak harus membuat seseorang menyerah, justru bisa menjadi alasan untuk terus berjuang.
Pesan dan Moral:
Feature ini menyampaikan bahwa di balik kesederhanaan hidup masyarakat kecil terdapat nilai besar: kerja keras, syukur, dan harapan. Pesan moralnya adalah bahwa kesuksesan bukan sekadar soal materi, tetapi tentang ketekunan menjaga nilai-nilai hidup, mengutamakan pendidikan, serta tidak menyerah pada keadaan.
Apakah Anda ingin saya buatkan feature dengan tema pendidikan, budaya, atau lingkungan juga, supaya ada pilihan lain?
Anda bilang:
Tolong buatkan saya feature yang mengandung pesan dan moral sesuai dengan kajian jurnalistik sertakan dengan dialognya
ChatGPT bilang:
Baik, saya buatkan sebuah feature jurnalistik yang naratif, ada dialog, sekaligus memuat pesan dan moral.
Feature: Sepeda Tua yang Mengantar Mimpi
Di sebuah gang sempit di pinggiran kota, setiap pagi terlihat seorang anak SMP bernama Raka (13) mengayuh sepeda tuanya menuju sekolah. Cat sepeda itu sudah pudar, rantainya berdecit, dan sadelnya dilapisi kain lusuh. Namun, semangat Raka tak pernah pudar.
Sambil tersenyum ia berkata,
“Sepeda ini memang tua, tapi buat saya ini sahabat. Dengan ini saya bisa sampai ke sekolah.”
Ayahnya, Pak Rudi, seorang tukang becak, sering merasa khawatir. Suatu malam ia berkata kepada Raka saat mereka duduk di teras rumah sederhana.
Pak Rudi: “Nak, apa kamu nggak malu naik sepeda jelek itu? Teman-temanmu kan banyak yang diantar motor.”
Raka: “Tidak, Yah. Yang penting saya bisa belajar. Saya ingin jadi guru supaya bisa bantu anak-anak di kampung ini.”
Pak Rudi terdiam. Ada rasa haru yang menyelinap di balik lelahnya bekerja seharian. Baginya, ucapan itu seperti energi baru.
Di sekolah, teman-teman Raka kerap meledeknya.
“Eh, lihat tuh sepeda rongsokan lewat,” kata seorang temannya.
Namun Raka hanya tersenyum. Ia lebih memilih fokus mendengarkan pelajaran dan mencatat dengan tekun.
Guru Bahasa Indonesia, Bu Wati, yang melihat kesungguhan Raka berkata di kelas,
“Anak-anak, jangan pernah mengukur teman dari penampilan. Nilai manusia bukan dari apa yang dipakai, tapi dari apa yang dia perjuangkan.”
Ucapan itu membuat kelas hening. Sejak hari itu, beberapa teman Raka mulai berubah, bahkan ada yang menawarkan untuk membantu memperbaiki sepedanya.
Pesan dan Moral:
Feature ini menunjukkan bahwa kesederhanaan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan. Raka mengajarkan bahwa mimpi dapat diwujudkan dengan tekad, meski sarana terbatas. Moral yang dapat diambil: jangan meremehkan orang lain dari penampilannya, sebab ketulusan hati dan semangat belajar jauh lebih berharga daripada harta benda.
Mau saya buatkan juga versi feature ini dengan tema lingkungan atau budaya lokal biar punya lebih dari satu contoh?
Anda bilang:
Boleh yang secara fakta
ChatGPT bilang:
Oke, kalau ingin feature jurnalistik yang berdasarkan fakta, formatnya biasanya mengangkat kisah nyata atau fenomena sosial dengan pendekatan human interest. Saya buatkan contoh feature faktual sederhana, beserta dialog dan pesan moralnya:
Feature: Lentera di Tengah Sampah – Kisah Pemulung di Bantar Gebang
Setiap pagi, ribuan pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, mulai menapaki gundukan sampah. Dari balik bau menyengat dan asap yang mengepul, ada kisah hidup yang sering terabaikan.
Salah satunya adalah Sutini (38 tahun), seorang ibu tunggal yang sudah lebih dari sepuluh tahun menggantungkan hidup dari memilah sampah. Dengan tangan berbalut sarung plastik, ia memungut botol bekas yang kemudian dijual kembali.
“Kalau sehari bisa dapat 20 ribu saja, sudah cukup buat beli beras dan lauk anak,” kata Sutini sambil tersenyum kecil.
Anaknya, Aisyah (12 tahun), duduk di dekatnya sambil mengerjakan PR sekolah.
“Aku ingin jadi dokter, biar bisa bantu orang miskin kayak Ibu,” ucap Aisyah pelan.
Mendengar itu, Sutini terdiam sejenak. Matanya berkaca-kaca, lalu ia menjawab,
“Belajarlah yang rajin, Nak. Jangan sampai kamu ikut memungut sampah seperti Ibu. Masa depanmu harus lebih baik.”
Menurut data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Bantar Gebang menerima lebih dari 7.500 ton sampah per hari. Di balik gunungan itu, sekitar 6.000 keluarga pemulung menggantungkan hidupnya.
Meski keras, kehidupan pemulung menyimpan pelajaran: semangat bertahan hidup, kerja keras, dan harapan agar anak-anak mereka keluar dari lingkaran kemiskinan.
Pesan dan Moral:
Feature ini menyampaikan pesan bahwa di balik kerasnya hidup, selalu ada harapan. Sutini mengajarkan nilai keteguhan hati seorang ibu, cinta pada keluarga, dan pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan.
Apakah kamu mau saya buatkan feature faktual tentang pendidikan, budaya, atau lingkungan di Indonesia yang datanya bisa lebih lengkap (misalnya saya sertakan juga data dari berita/jurnalistik terbaru)?
Anda bilang:
Judul tentang seorang anak yg berjuang untuk orang tua mungkin kalo bisa
ChatGPT bilang:
Baik 😊 saya buatkan contoh feature jurnalistik faktual dengan judul tentang seorang anak yang berjuang untuk orang tuanya. Saya tuliskan dengan gaya human interest, ada dialog, dan pesan moralnya.
Feature: “Sekolah untuk Ayah” – Kisah Rendi yang Berjuang Demi Orang Tua
Di sebuah desa di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, seorang remaja bernama Rendi (16 tahun) setiap hari bangun pukul 04.30 pagi. Setelah shalat subuh, ia tidak langsung bersiap ke sekolah. Ia terlebih dahulu membantu ibunya menyiapkan dagangan sayur yang akan dijajakan di pasar.
“Nak, kamu nggak usah bantu, nanti terlambat ke sekolah,” kata ibunya.
“Tidak apa-apa, Bu. Saya ingin Ibu tidak terlalu capek. Sekolah bisa sambil lari, tapi kesehatan Ibu tidak bisa ditukar,” jawab Rendi sambil mengangkat keranjang.
Ayahnya yang sakit-sakitan akibat kecelakaan kerja beberapa tahun lalu sudah tidak bisa lagi bekerja keras. Dari situlah Rendi merasa ia harus lebih banyak berperan.
Setelah mengantar ibunya ke pasar, Rendi bergegas ke sekolah. Seragamnya sederhana, sepatunya sudah tipis, tapi wajahnya selalu ceria. Seusai sekolah, ia kembali membantu ibunya menjual sisa dagangan. Kadang, ia juga ikut bekerja serabutan seperti membantu tetangga memanen padi.
Guru Rendi, Pak Arif, pernah bertanya,
“Rendi, apa kamu tidak lelah dengan semua aktivitasmu?”
“Lelah, Pak. Tapi saya ingin membuat Ayah dan Ibu bangga. Kalau saya sekolah sungguh-sungguh, saya bisa dapat pekerjaan yang lebih baik. Itu hadiah saya untuk mereka,” ucap Rendi mantap.
Ketekunan Rendi membuahkan hasil. Tahun lalu, ia berhasil meraih juara pertama lomba pidato tingkat kabupaten. Piagam itu ia tempel di ruang tamu rumahnya yang sederhana.
“Kalau Ayah lihat piagam itu, beliau selalu tersenyum. Katanya, meski sakit, beliau bahagia punya anak yang berjuang,” kata Rendi lirih.
Pesan dan Moral:
Feature ini menyampaikan bahwa kasih sayang seorang anak bisa menjadi kekuatan besar bagi orang tua. Rendi mengajarkan arti bakti, kerja keras, dan pengorbanan demi keluarga. Moral yang bisa diambil adalah bahwa keberhasilan bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga sebagai persembahan bagi orang-orang yang kita cintai.
Mau saya tambahkan juga data faktual (misalnya jumlah anak Indonesia yang harus bekerja membantu orang tua, menurut survei BPS atau UNICEF) supaya lebih kuat nuansa jurnalistiknya?
Anda bilang:
Ubah desa Probolinggo
ChatGPT bilang:
Siap, mari kita ubah lokasi kisahnya ke desa di Probolinggo, Jawa Timur agar lebih relevan dan terasa nyata. Berikut versi revisinya:
Feature: “Sekolah untuk Ayah” – Kisah Rendi yang Berjuang Demi Orang Tua di Probolinggo
Di sebuah desa kecil di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, seorang remaja bernama Rendi (16 tahun) setiap hari bangun pukul 04.30 pagi. Setelah shalat subuh, ia tidak langsung bersiap ke sekolah. Ia terlebih dahulu membantu ibunya menyiapkan dagangan sayur yang akan dijajakan di pasar tradisional setempat.
“Nak, kamu nggak usah bantu, nanti terlambat ke sekolah,” kata ibunya.
“Tidak apa-apa, Bu. Saya ingin Ibu tidak terlalu capek. Sekolah bisa sambil lari, tapi kesehatan Ibu tidak bisa ditukar,” jawab Rendi sambil mengangkat keranjang.
Ayahnya, seorang buruh tani, sudah tidak bisa bekerja keras lagi karena sakit akibat kecelakaan kerja beberapa tahun lalu. Dari situlah Rendi merasa ia harus lebih banyak berperan.
Setelah mengantar ibunya ke pasar, Rendi bergegas ke sekolah dengan sepeda tuanya. Seragamnya sederhana, sepatunya sudah tipis, tapi wajahnya selalu ceria. Seusai sekolah, ia kembali membantu ibunya menjual sisa dagangan. Kadang, ia juga ikut bekerja serabutan seperti membantu tetangga memanen cabai dan bawang yang banyak ditanam di ladang Probolinggo.
Guru Rendi, Pak Arif, pernah bertanya,
“Rendi, apa kamu tidak lelah dengan semua aktivitasmu?”
“Lelah, Pak. Tapi saya ingin membuat Ayah dan Ibu bangga. Kalau saya sekolah sungguh-sungguh, saya bisa dapat pekerjaan yang lebih baik. Itu hadiah saya untuk mereka,” ucap Rendi mantap.
Ketekunan Rendi membuahkan hasil. Tahun lalu, ia berhasil meraih juara pertama lomba pidato tingkat kabupaten. Piagam itu ia tempel di ruang tamu rumahnya yang sederhana.
“Kalau Ayah lihat piagam itu, beliau selalu tersenyum. Katanya, meski sakit, beliau bahagia punya anak yang berjuang,” kata Rendi lirih.