Opini

Ketika Sawah Hijau Tak Lagi Indah Karena Sampah

Pemandangan sawah yang seharusnya asri kini tercemar oleh tumpukan sampah di pinggir jalan desa.

Pemandangan hijau di pinggir desa seharusnya menjadi tempat mata beristirahat dan hati merasa tenang. Namun kini, di beberapa jalan pedesaan, keindahan itu mulai pudar karena tumpukan sampah plastik yang berserakan di tepi jalan dan selokan. Gambar ini bukan hanya sekadar pemandangan yang mengganggu, tetapi juga cerminan menurunnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Menurut saya, kebiasaan membuang sampah sembarangan di desa sering dianggap hal sepele. “Toh nanti juga terbakar atau terurai,” begitu alasan yang sering terdengar. Padahal, plastik tidak mudah hancur dan bisa mencemari tanah serta air yang digunakan untuk mengairi sawah. Akibatnya, keindahan alam desa yang dulu menjadi kebanggaan, kini perlahan berubah menjadi sumber masalah.

Pemerintah desa sebenarnya bisa mengambil peran penting dalam hal ini mulai dari menyediakan tempat pembuangan sementara yang layak, hingga melakukan edukasi lingkungan di setiap dusun. Namun, yang lebih utama adalah kesadaran pribadi setiap warga. Kebersihan tidak akan terjaga tanpa rasa tanggung jawab bersama.

Desa yang indah bukan hanya karena hamparan sawah hijaunya, tetapi karena warganya yang peduli menjaga alamnya. Sudah saatnya kita berhenti menutup mata. Jika ingin menikmati udara segar dan pemandangan hijau yang menenangkan, maka kita harus mulai dari langkah kecil: tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Related posts

Self Reward Tak Harus Mahal, Asal dari Hati

Anindya Ghania Safhira

Jejak Cahaya dari Seorang Guru yang Tak Pernah Lelah Menrangi”

Novia Putri

Antara Kesepian atau Ketenangan

Moh Juaeni Hisbullah

Leave a Comment